Cari Blog Ini

Memuat...

Minggu, 27 Januari 2013

MANAJEMEN PERAN SERTA

MANAJEMEN PERAN SERTA
(PARTICIPATIVE MANAGEMEN)

Participative (mengikut sertakan), mengambil bagian.

Manajemen peran serta adalah suatu pendekatan menajemen yang melibatkan manajer bawahan dalam proses pengambilan keputusan.

Dasar pelaksanaan manajemen peran serta adalah konsep shared authority, bahwa wewenang menajer atasan diemban bersama dengan manajer bawahannya.
 

Berdasarkan shared authority , tidak berarti manajer atasan melimpahkan semua wewenangnya atau mengurangi wewenangnya dalam pengambilan keputusan.
Untuk mencegah pelimpahan seluruh wewenang, maka manajer atasan perlu;
1)Mengariskan secara tegas dan jelas tugas-tugas dan fungsi-fungsi dari manajer bawahan
2)Melimpahkan wewenang kepada manajer bawahan terbatas dalam kaitannya melaksanankan tugas-tugas dan fungsinya
3)Mengariskan dengan jelas tanggung jawab manajer bawahannya atas pengunaan wewenang yang telah dilimpahkan kepadanya.
4)Mendorong manajer bawahannya agar menerima pelimpahan wewenang dari atasannya dan melaksanankan tugas dan tanggung jawab sebaik-baiknya

Untuk dapat menetapkan pendekatan manajemen peran serta manajer harus;
1.Memiliki hubungan antar manusia
2.Mengerti dan memahami bawahannya tentang sifat-sifatnya, pribadinya, wataknya, dan kepentingan-kepentingannya
3.Mampu berkomunikasi dengan baik
4.Mampu mengatasi manajemen konflik dalam organisasi perusahaannya
5.Mampu membuat kekuatan masing-masing bawahannya sebagai modal dan menghilangkan kelemahan-kelemahannya
6.Mampu berkompromi dengan bawahannya
 
vMeningkatkan mutu keputusan manajemen
vMeningkatkan produktivitas karyawan dan manajemen
vMeningkatkan semangat dan kepuasan kerja karyawan dan menajer
vMemungkinkan organisasi perusahaan lebih rensponsif/tanggap

Herzberg menyinggung tentang  Teory Motivation Hygiene. Menyatakan bahwa faktor-faktor yang memberikan motivasi kepada karyawan atau manajer adalah;
§Prestasi (achievement)
§Pengakuan orang lain atas keberhasilannya (recognition)
§Kemajuan pribadi, misalnya promosi (advancement)
§Sifat pekerjaan itu sendiri (the work if self)
§Tanggung jawab (rensponsibility)
§Kemungkinan pengembangan diri (possibility for personal growth)
  manfaat mjm peran serta

Dari tujuan menajemen peran serta, penerapan manajemen peran serta akan memberikan manfaat berikut;
a.Bawahan lebih muda dalam menerima perubahan
b.Menciptakan hubungan yang damai dan serasi
c.Meningkatkan komitmen bawahan atau manajer pada perusahaan, merasa di hargai oleh perusahaannya
d.Meningkatkan rasa percaya kepada manajemen
e.Memudahkan pengelolaan bawahan, jika manajer bawahan telah berkomitmen, bersedia menerima perubahan dan percaya kepada manajemen, maka mereka lebih mudah untuk di kelola oleh menajer atasannya
f.Meningkatkan mutu keputusan manajemennya, karena dalam proses pengambilan keputusan telah dipertimbangkan berbagai alternatif sebagai sumbang saran para manajer yang terlibat.
g.Meningkatkan mutu komunikasi antara atasan dengan bawahan
h.Meningkatkan kerja sama (team work), dengan berkurangnya konflik yang mungkin terjadi, kerja sama bisa lebih terjalin
  hambatan dalam penerapan peran serta

Dalam mengkaji hambatan dalam menjalankan manajeman peran serta, perlu dilihat dimana letak hambatan tersebut. Pada pokoknya hambatan-hambatan tersebut terletak pada;
1. Hambatan yang terletak pada masalah yang ditimbulkan.
a. Tradisi yang melekat pada perusahaan yang bersangkutan (tidak adanya inovasi) biasanya berkaitan dengan gaya kepemimpinan otokrasi/otoriter
b. Falsafah dan nilai-nilai yang dianut oleh kelompok “Manajemen puncak”.
c. Mutu dan kebijakan dan prosedur yang dianut oleh perusahaan.
d. Mutu karyawan atau manjer, kaitannya dengan keterapilan, pengetahuan, pengalaman, kemauan, keahlian.
e. struktur organisasi. Kekakuan prosedur formal yang mengekang, sentralisasi dan pengetatan kontrol.
f. Kurang mendukungnya iklim penerapan manajemen peran serta.
g. Tidak baiknya sistem penghargaan bagi yang berpartisipasi baik (reward)
 
Hambatan yang melekat pada diri manajer atasan yang bersangkutan.
§Kebiasaan yang melekat pada diri manajer,. Misalnya; tingkah laku, cara berfikir,  ego.
§Gagal memahami arti dan peranan manajemen peran serta.
§Anggapan yang masih melekat kuat pada diri manajer atasan.
§Kurang adanya rasa aman bagi manajer. Berkaitan jabatan, dan kehormatan.
§Rasa takut yang berlebihan. Misal; takut kekuasaanya akan berkurang, sulit mengontrol bawahan, kehilangan pamor dirinya, tidak dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik 

3. Hambatan yang melekat pada diri bawahan
a) kurang kompetennya manajer bawahan untuk menerapkan manajemen peran serta.
b)Ada kalannya beberapa manajer bawahan menanggap tidak mungkin berpartisipasi, sering mengatakan” Hei, mengapa anda minta saya? Andakan bos saya, andalah yang semestinya memutuskan.
c)Manajer bawahan tidak memiliki pengetahuan dan kemampuan yang cukup.
d)Ketakutan yang berlebihan, seperti;
- takut gagal menerapkan manajemen peran serta
- takut perusahaanya merasa gunjang
- takut di kucilkan oleh kelompok
- takut pekerjaannya menjadi tamba berat
 
Berikut unsur-unsur penting yang diperlukan untuk mengatasi hambatan-hambatan penerapan manajemen peran serta.
a)Menciptakan dan membina iklim organisasi yang mendukung.
b)Struktur organisasi
c)Melaksanakan latihan-latihan dan pendidikan
d)Organisasi perusahaan mampu melihat dan memberikan reaksi cepat bila ada yang mempengaruhinya
e)Mengunakan waktu sebagai sumber daya.
mengimplementasikan manajemen peran serta

Dalam menjalankan atau mengimplementasikan manajemen peran serta perlu menghilangkan lebih dahulu hambatan-hambatan terhadap manajemen peran serta, dengan cara berikut;
a)Mengetahui lebih dahulu tentang diri kita sendiri dan organisasi perusahaan.
b)Mengadakan diagnosis hambatan-hambatan dengan;
- mengidentifikasi hambatan
- mengapa hambatan itu terjadi
-menentukan tingkat atau kualitas hambatan
- bagaimana menghilangkan hambatan
- bagaimana peranan sebagai manajer
  bentuk2 peran serta


Bentuk-bentuk peran serta tersebut adalah;
1.Work Group (kelompok kerja)
2.Project Managemen  (manajemen pembangunan)
3.Collective Bargaining (tawar-menawar bersama
4.Industrial Democracy
cara tradisional mengimplementasikan manajemen peran serta

1)Dengan membentuk gugus kerja dan kepanitiaan
2)Mengadakan sistem sarana
3)Menciptakan iklim pendukung
4)Berfikir visioner
5)Bersikap jujur, bebas dan terbuka
6)Tetapkan sasaran
7)Mengunakan kesempatan dengan maksimal
8)Membuat suasana lebih kondusif
9)Mengadakan komunikasi terbuka
10)Menyelengarakan brainstorming
11)Menyelengarakan training atau pelatihan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar